fbpx

Kiat Menghafal Qur’an Sejak Dini

“Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhori).

Menghafal Al Qur’an adalah perbuatan mulia dan akan mendapat pahala besar dari sisi Allah Subhanawata’alaa. Menghafal Al Qur’an  sangat baik dimulai sejak dini, sebab pada masa usia itu adalah fase tahap perkembangan anak. Pada tahap tersebut indera anak berkembang dengan pesat. Pada usia tersebut anak – anak mengulang-ngulang apa yang di dengar, apa yang dilihat dan apa yang dibicarakan. Pesatnya indera tersebut haruslah orang tua optimalkan untuk kebaikan si anak. Tiada kebaikan yang lebih baik selain mendekat anak kepada Al Qur’an diantaranya dengan membaca dan menghafalkannya.

Menurut Syaikh Kholid Ar Rifai pada sebuah artikel menyebutkan bahwa usia terbaik bagi anak untuk mulai menghafal Al Qur’an adalah usia 3 tahun, pada usia ini fase kemampuan berpikir anak sudah mulai muncul. Dalam kisah-kisah para ulama banyak di tulis, mereka banyak yang sudah hafal Al Qur’an sejak kecil. Hafalnya mereka terhadap Al Quran menjadi awal mereka sebelum menghafal kitab – kitab hadits.

Untuk mewujudkan generasi yang cinta terhadap Al Qur’an TKIT Thariq Bin Ziyad fokus kepada pengembangan kemampuan pengembangan Al Qur’an sejak dini. Hal ini dilihat dari prestasi anak yang mampu menghafal Al Qur’an sebanyak 1 juz bertambah setiap tahunnya. Bahkan ada diantara mereka yang mampu menghafal 2 juz lebih. Program ini tidaklah mungkin berhasil tanpa peran orang tua dirumah. Peran orang tua menjadi penting untuk senantiasa mengulang hafalan (muroja’ah) yang diberikan guru di sekolah apalagi di saat pandemi.

Berikut beberapa tips bagi orang tua dan guru tentang bagaimana menghafal Al Quran sejak dini yang bisa dipraktekkan. Tips ini di dapat dari pengalaman TKIT Thariq Bin Ziyad dalam membimbing anak usia dini dalam menghafal Al Quran, di antaranya :

  1. Peran segitiga emas harus kuat (Sekolah, Orang tua dan Anak). Sekolah harus mampu berkomunikasi dengan orang tua dan siswa dalam menjalankan program ini. Komunikasikan capaian, proses dan kendala yang terjadi selama proses hafalan berlangsung. Komunikasi harus bagus apalagi di masa pembelajaran daring (dalam jaringan) saat ini.
  2. Talaqqi tiap kata dari ayat-ayat yang akan dihafal (ajarkan dengan cinta dan kasih sayang pada anak).
  3. Bimbing anak untuk muroja’ah (menghafal) berkelanjutan di sekolah dengan Guru di rumah dengan orang tua.
  4. Sabar dalam membimbing anak, minta anak untuk bersuara keras agar ucapan terdengar jelas.
  5. Buat hati anak bahagia saat berinteraksi dengan Al Qur’an dalam berbagai kegiatan seperti Talaqqi dan muroja’ah oleh orang tua dan guru. Sisipkan kegiatan mendengarkan ayat Al Qur’an (murottal) ketika anak melakukan aktifitas rutin.
  6. Sabar untuk menuntaskan setiap ayat yang dihafal agar hafalan anak mantap. Jangan berpindah sebelum anak benar – benar hafal.
  7. Beri pujian setiap selesai menghafal, tanamkan kecintaan pada Al Qur’an.

Demikian tujuh tips yang kami bagikan semoga membawa keberkahan dan manfaat bagai Bapak/Ibu dalam melahirkan generasi yang cintai terhadap Al Qur’an. Dengan kecintaan anak pada Al Qur’an sejak dini dapat menjadi amal yang tidak terputus (jariyah) bahkan ketika orang tua sudah dipanggil oleh Allah Subhana Wata’alaa. Amiin

Wallohu ‘alam bisshowab.

Semoga bermanfaat

Alfaqir ila afwillah

Indriyani Mukim (Kepala Sekolah TKIT Thariq Bin Ziyad)

Share :

Facebook
Telegram
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

950 siswa baru telah terdaftar !

Chat With Us
Chat With Us!
Assalamualikum!
How can I help you?