fbpx

Isu Kejahatan Siber Mengemuka Pada Debat Ke 3 Capres, Keamanan Siber Indonesia Peringkat Berapa ya ?

Bekasi (10/1/2024)- Debat capres ke 3 sudah berlangsung hari ahad (7/1) yang lalu. Dalam debat kali ini ada enam subtema yang diperdalam yaitu pertahanan, keamanan, geopolitik, politik luar negeri, globalisasi, hubungan internasional. Ketiga calon presiden memaparkan visi dan misinya terkait enam subtema ini.

Sebagai negara yang besar dan luas, Indonesia tentu memiliki kepentingan untuk mempertahankan kedaulatan teritorialnya. Hal ini sudah dilakukan secara rutin dengan merekrut prajurit untuk mengisi tiga matra yang ada yaitu angkatan darat, laut, udara. Selain itu Indonesia juga secara periodik memperbarui alutsistanya dengan membeli baru atau membeli alutsista yang masa pakainya masih sesuai kriteria. Hasil dari kerja keras anak bangsa ini akhirnya berhasil menempatkan Indonesia berada di peringkat ke 13 dari 145 negara dunia berdasarkan data Global fire power (GFP)

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, fokus keamanan suatu negara juga mengalami pergeseran dari keamanan teritorial menjadi keamanan siber. Hal ini sempat disampaikan oleh salah seorang kandidat calon presiden. Berdasarkan data dari kemenkominfo, Indonesia menempati peringkat ke 2 dunia negara dengan kasus kejahatan siber dibawah Ukraina. Secara global peringkat keamanan siber Indonesia menurut National Cybersecurity Index (NCSI) 2023 berada pada peringkat 49 dari 176 negara. Beberapa kejahatan siber (cyber crime) yang terjadi di Indonesia sepanjang 2023 diantaranya yaitu pencurian data bank syariah, pembobolan data kominfo, peretasan website Kejagung RI, Pencurian data Polri, Kejahatan Pinjol (Pinjaman online), Kebocoran data pengguna online shopping, dan masih banyak kejahatan siber lainnya.

Baca juga : Pendaftaran SNBP 2024 Tinggal Menunggu Hari, Apa Saja Yang Harus Di Persiapkan Sahabat Thariq ?

Baca juga : Tahun 2024 Banyak Tanggal Merah, Sahabat Thariq Sudah Punya Rencana Liburan ?

Dengan adanya pergeseran ancaman keamanan yang sebelumnya terfokus ke teritorial menjadi kejahatan siber tentunya memerlukan ide dan gagasan dari para calon pemimpin Indonesia kedepan agar Indonesia sebagai negara besar dan luas tidak hanya terlidungi secara teritorial namun juga terlindungi data-data yang bersifat rahasia dan menyangkut keamanan rakyat. Semoga masyarakat Indonesia dapat berpikir rasional dan kritis agar nantinya terpilih pemimpin yang tepat sesuai dengan tantangan yang akan dihadapi dimasa depan. (fr).

Simak video : Pakar Keamanan Siber Jelaskan Ciri-Ciri HP Terkena ‘Malware’ yang Rekam PIN M-Banking

Share :

Facebook
Telegram
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1000 siswa baru telah terdaftar !

Chat With Us
Chat With Us!
Assalamualikum!
How can I help you?